Yayasan Belantara bersama Fakultas Pertanian Universitas Riau (FP UNRI) resmi menjalin kerja sama dalam bidang peningkatan kapasitas dan penelitian biodiversitas serta ekosistem hutan di lanskap Giam Siak Kecil–Bukit Batu. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung di Ruang Seminar FP UNRI dan menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara dunia akademik dan lembaga konservasi.

 

 

MoU ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Yayasan Belantara, Dr. Dolly Priatna, dan Dekan FP UNRI, Dr. Ahmad Rifai, S.P., M.P. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Jurusan Kehutanan FP UNRI yang diwakili oleh Ketua Jurusan, Dr. Nurul Qomar, S.Hut., M.P., dan pihak Yayasan Belantara.

Hadir pula dalam kegiatan ini Dr. M. Amrul Khoiri, S.P., M.P., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FP UNRI, serta perwakilan Yayasan Belantara Riau Representative, sejumlah tenaga kependidikan FP UNRI dan mahasiswa dari jurusan kehutanan.

Dalam sambutannya, Dr. Dolly Priatna menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Yayasan Belantara dalam mendukung riset dan pengembangan kapasitas lokal, khususnya di kawasan bentang alam penting seperti Giam Siak Kecil–Bukit Batu, yang telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dan peneliti untuk menggali lebih dalam potensi biodiversitas dan memperkuat konservasi berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Dr. Dolly.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Ahmad Rifai menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam upaya konservasi dan pengelolaan lanskap secara berkelanjutan.

“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi Fakultas Pertanian, khususnya Jurusan Kehutanan, untuk berkontribusi aktif dalam menjaga ekosistem hutan dan mendorong penelitian aplikatif yang berdampak nyata,” tutur Dr. Ahmad.

Kerja sama ini meliputi berbagai kegiatan, termasuk pelatihan, penelitian bersama, pendampingan lapangan, serta publikasi ilmiah yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan hutan berkelanjutan di Riau.(E.Ryan)