Pekanbaru, 15 Juli 2025 – Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Riau (UNRI), kembali menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan bertajuk Pelatihan Good Laboratory Practices (GLP). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 15 Juli 2025, bertempat di Aula Kampar, Gedung Integrated Classroom UNRI, dan diikuti oleh 150 mahasiswa angkatan 2022. Pelatihan GLP bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai praktik laboratorium yang baik dan benar, serta meminimalkan kesalahan dalam pengujian agar data yang diperoleh valid, presisi, dan dapat diuji ulang. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari persiapan mahasiswa sebelum melakukan penelitian dan pengujian laboratorium.

Acara dibuka pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan oleh sesi pembukaan yang dipandu oleh MC Addiena Syahvina Nasution, S.T., M.Si. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa oleh Mhd. Andry Kurniawan, S.T., M.Sc., Ketua Pelaksana, Imelda Yunita, S.TP., M.Si., memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas praktik laboratorium mahasiswa. Pelatihan secara resmi dibuka oleh Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, Dr. Vonny Setiaries Johan, S.TP., M.T., yang menegaskan bahwa pelatihan GLP merupakan agenda strategis jurusan untuk mendukung mahasiswa dalam menghasilkan penelitian laboratorium yang bermutu tinggi dan sesuai standar ilmiah.

Sebelum memasuki sesi materi, peserta mengikuti pre-test guna mengukur pengetahuan awal. Kemudian, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari empat narasumber ahli:

  1. Prof. Dr. Usman Pato, M.Sc., Ph.D. membuka sesi pertama dengan materi dasar tentang tujuan dan pentingnya GLP bagi kegiatan penelitian di laboratorium, secara khusus beliau menjelaskan penerapannya di bidang Biokimia. Ia menekankan pentingnya etika penelitian (ethical clearance) dan prosedur GLP dalam penelitian yang melibatkan manusia dan hewan sebagai subjek uji. 

  2. Prof. Yusmarini, S.Pt., M.Sc. membawakan materi GLP dalam bidang Mikrobiologi, menjelaskan prinsip kerja alat laboratorium mikro serta teknik pengenceran dan isolasi yang tepat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi steril guna mencegah kontaminasi hasil uji.

  3. Dr. Shanti Fitriani, S.P., M.Sc. menyampaikan materi GLP dalam Evaluasi Sensori dan Organoleptik. Ia memaparkan langkah-langkah uji sensori, mulai dari pemilihan panelis, pengkodean sampel, hingga penyusunan kuesioner. Sesi ini diselingi ice breaking untuk menyegarkan kembali fokus peserta.

  4. Prof. Dr. Dewi Fortuna Ayu, S.TP., M.Si. menutup sesi materi dengan topik GLP dalam Kimia, membahas teknik pelarutan, pengenceran, pengambilan sampel, hingga penanganan bahan berbahaya dan beracun (B3). Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur GLP untuk menjamin keakuratan hasil.

 Antusiasme peserta terlihat tinggi, tercermin dari aktifnya diskusi dan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pemateri. Setiap sesi materi ditutup dengan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman. Menjelang akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan pre-test, membuktikan efektivitas pelatihan. Peserta juga diminta mengisi evaluasi kegiatan sebagai masukan untuk pelatihan di masa mendatang.

Sebagai lanjutan dari pelatihan, peserta akan mengikuti praktik laboratorium pada 23–24 Juli 2025 di Integrated Laboratory UNRI. Hanya peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan lulus penilaian yang akan mendapatkan sertifikat kelulusan pelatihan GLP. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pembekalan teknis, tetapi juga memperkuat budaya ilmiah dan etika kerja laboratorium di kalangan mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian UNRI. (E.Bintang)