Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Riau (IKA Faperta UNRI) resmi mengukuhkan jajaran pengurus masa bakti 2026–2030 yang dirangkai dengan penyelenggaraan Riau Agriculture Forum 2026 di Gedung Integrated Classroom UNRI, pada Senin (11/5).

Kegiatan strategis tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Pertanian Unri, Bidang Sumber Daya Alam dan Ketahanan Pangan IKA UNRI, serta Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Riau. Forum ini menjadi ruang konsolidasi gagasan dan sinergi multipihak dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Provinsi Riau.

Ketua IKA Faperta UNRI, Aang Ananda Suherman, mengatakan RAF 2026 diharapkan mampu menjadi wadah strategis dalam merumuskan arah pembangunan pertanian daerah yang selaras dengan visi Asta Cita pemerintah pusat, khususnya dalam percepatan kedaulatan pangan nasional.

Menurutnya, organisasi alumni memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjembatani kepakaran akademik dengan implementasi kebijakan di lapangan agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Semoga RAF 2026 menjadi salah satu wadah untuk merumuskan cetak biru pembangunan sektor pertanian di Provinsi Riau,” ujar Aang.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, S.F. Hariyanto, yang diwakili Plt Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Riau, Supriadi, menegaskan bahwa sektor pangan merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan bangsa.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Provinsi Riau mencatat kenaikan produksi padi sebesar 12,7 persen selama periode 2023–2025. Pemerintah daerah juga memproyeksikan kapasitas pemenuhan pangan meningkat menjadi 23 persen pada 2025, dibandingkan 22 persen pada tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah memfokuskan tiga strategi utama, yakni percepatan Indeks Pertanaman (IP) pada lahan baku sawah seluas 59.181 hektare, perluasan areal tanam baru, serta optimalisasi lahan kering melalui pengembangan padi gogo.

Supriadi menambahkan, penguatan sumber daya manusia melalui program Petani Milenial menjadi kunci transformasi pertanian menuju sistem yang modern, produktif, dan berkelanjutan.

“Pengembangan sumber daya manusia melalui program Petani Milenial menjadi jantung transformasi menuju ekosistem pertanian yang menguntungkan dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum IKA UNRI, Wan Muhammad Hasyim, mengapresiasi langkah progresif alumni Fakultas Pertanian dalam mengonsolidasikan potensi intelektual demi mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, sinergi antara alumni, kampus, dan pemerintah menjadi indikator penting keberhasilan organisasi alumni dalam memberikan kontribusi konkret terhadap pertumbuhan ekonomi dan penguatan sektor strategis di Riau.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNRI, Prof. Dr. Hermandra, M.A, menekankan pentingnya kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan alumni. Kolaborasi tersebut dinilai mampu membuka peluang karier bagi lulusan baru sekaligus memastikan hasil riset dan inovasi kampus dapat diterapkan secara efektif dalam menjawab tantangan pertanian masa depan.(E.Ryan)