Fakultas Pertanian Universitas Riau (FP UNRI) menyelenggarakan Kuliah Tamu Internasional yang dirangkai dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) bersama Aichi Kaiun Co., Ltd dan Research Institute for Humanity and Nature (RIHN) Jepang, pada Jumat (03/10). Kegiatan berlangsung di Ruang Teater Kuantan, Gedung Integrated Classroom UNRI.


Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNRI, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phill. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk memperkuat kualitas akademik dan riset di UNRI.
“Kerja sama dengan Aichi Kaiun dan RIHN merupakan langkah strategis bagi UNRI untuk memperluas jejaring riset global, khususnya dalam isu-isu lingkungan dan keberlanjutan. Kami berharap kolaborasi ini mampu menghasilkan inovasi dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Dr. Sofyan.
Acara turut dihadiri oleh Dekan FP UNRI, Dr. Ahmad Rifai, S.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni FP UNRI, Dr. M. Amrul Khoiri, S.P., M.P., Koordinator Program Studi Agroteknologi, Dr. Deviona, S.P., M.P., dosen-dosen, dan mahasiswa FP UNRI.
Dekan FP UNRI, Dr. Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran dua narasumber internasional dan terjalinnya kerja sama strategis ini.
“Hari ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Pertanian UNRI untuk memperkuat kiprah internasional. Kehadiran pakar dari Jepang memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dan dosen, terutama terkait pengelolaan energi, lingkungan, dan lanskap gambut,” ungkapnya.
Dua pakar internasional hadir sebagai pembicara utama dalam kuliah tamu ini. Dengan tema “From Energy in Japan to Fertilizer in Indonesia”, Prof. Kenichi Abe selaku Head of Communication Unit, RIHN Jepang menjelaskan keterkaitan antara transisi energi, pemanfaatan sumber daya organik, dan peluang inovasi pupuk di Indonesia.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan pupuk organik melalui pemanfaatan limbah biomassa. Pengalaman Jepang dalam efisiensi energi dapat menjadi referensi untuk mengolah biomassa dengan lebih berkelanjutan,” jelas Prof. Abe.
Ia juga menekankan perlunya pendekatan lintas disiplin dalam mengembangkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan.
Mengangkat tema “Peat Swamp Forest in Riau: From Frontier to Sustainable Landscape”, Eiji Suzuki selaku Deputy of General Manager Aichi Kaiun Co., Ltd banyak berbicara mengenai tantangan dan masa depan pengelolaan kawasan gambut di Riau.
“Hutan gambut Riau adalah aset ekologis dunia. Tantangannya adalah bagaimana mengubah daerah frontier ini menjadi lanskap yang produktif namun tetap menjaga keberlanjutan ekologis,” ujar Suzuki.
Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan FP UNRI diharapkan mampu menghasilkan kajian dan model pengelolaan gambut yang dapat diterapkan di berbagai wilayah.
Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Fakultas Pertanian UNRI dengan Aichi Kaiun dan RIHN, sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat riset dan pengembangan ilmu lingkungan, pertanian, serta pengelolaan kawasan gambut.

Setelah sesi pemaparan dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Kebun Percobaan FP UNRI di Rimbo Panjang. Para pembicara internasional dan pimpinan fakultas meninjau fasilitas penelitian serta berdiskusi mengenai peluang kolaborasi riset lapangan di masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan riset pertanian tropis, keberlanjutan lingkungan, serta pemodelan lanskap gambut masa depan.