Dalam upaya mendukung percepatan swasembada pangan nasional serta optimalisasi lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif, Fakultas Pertanian Universitas Riau (FP UNRI) bekerja sama dengan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Program Survei Investigasi Desain (SID) Cetak Sawah. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kantor Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

FGD ini menjadi langkah awal yang strategis dan krusial dalam perencanaan serta desain pengembangan cetak sawah yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menghimpun data, masukan, serta aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan guna memastikan program cetak sawah dapat berjalan efektif, produktif, dan ramah lingkungan.

Hadir langsung dalam kegiatan ini Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FP UNRI, Dr. M. Amrul Khoiri, S.P., M.P., bersama tim dosen ahli dari Universitas Riau dan Universitas Islam Riau (UIR). Turut hadir pula Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Sri Indriyani, S.P. dan Ari Yasmanto, S.P., perwakilan Pemerintah Desa Pulau Muda, Khairunnas, serta perwakilan dari 15 Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Desa Pulau Muda.

Dalam sambutannya mewakili Kepala Desa Pulau Muda, Khairunnas menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan FGD di wilayahnya. Ia menilai Program SID Cetak Sawah merupakan peluang besar untuk mendorong kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan dan program ini. Semoga ilmu yang diberikan oleh Bapak dan Ibu dosen serta tim ahli dapat diterapkan oleh masyarakat, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani. Kami berharap program ini dapat segera terlaksana,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. M. Amrul Khoiri, S.P., M.P., dalam pemaparan materinya menjelaskan urgensi pelaksanaan Program SID sebagai fondasi utama dalam pembangunan cetak sawah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar membuka lahan baru, tetapi merupakan bagian dari pembangunan pertanian berkelanjutan yang membutuhkan perencanaan matang dan kolaborasi lintas sektor.

“Program SID dirancang untuk memastikan pembangunan infrastruktur pertanian berbasis data yang akurat dan perencanaan yang komprehensif, sehingga lahan yang dicetak benar-benar produktif, berkelanjutan, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Melalui FGD ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat tani dalam mendukung keberhasilan Program Cetak Sawah di Desa Pulau Muda, sekaligus menjadi model pengembangan pertanian yang berkelanjutan di Provinsi Riau.(E.Ryan)