Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Riau (FP UNRI) menggelar workshop bertajuk "Integrasi Kurikulum dan Mekanisme Akademik dalam Upaya Mempercepat Masa Studi Menuju Akreditasi Unggul", Kamis (16/10), bertempat di Ruang Teater Kuantan, Gedung Integrated Classroom UNRI. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Mohammad Affan Fajar Falah, S.Tp., M.Agr., Ph.D., Sekretaris Departemen Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM).

Workshop ini diselenggarakan secara hybrid, yakni dengan menghadirkan peserta secara langsung di lokasi acara dan juga secara daring melalui platform konferensi online, dan diikuti oleh dosen-dosen Jurusan Teknologi Pertanian FP UNRI, mahasiswa aktif, para alumni, serta Koordinator Program Studi di lingkungan FP UNRI.

Workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian UNRI, Dr. Besri Nasrul, S.P., M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antara kurikulum, sistem akademik, dan target strategis lembaga.

"Kita tidak hanya berbicara tentang bagaimana mempercepat masa studi, tetapi juga bagaimana menciptakan sistem akademik yang terintegrasi dan adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan zaman, menuju akreditasi unggul," ungkap Dr. Besri.

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Affan menyampaikan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum dan sistem akademik yang diterapkan di program studi. Ia menekankan bahwa akselerasi masa studi mahasiswa tidak hanya bergantung pada mahasiswa itu sendiri, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh tata kelola akademik yang efisien dan relevansi kurikulum terhadap kompetensi kerja.

"Kurikulum yang baik harus mampu mengakomodasi kebutuhan industri sekaligus tetap menjaga kedalaman akademik. Penyelarasan antara capaian pembelajaran, metode pengajaran, dan evaluasi yang tepat menjadi kunci dalam mendorong efisiensi masa studi," jelasnya.

Koordinator Program Studi Teknologi Industri Pertanian FP UNRI, Yossie Kharisma Dewi, S.Tp., M.P., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini.

"Workshop ini menjadi momen refleksi dan evaluasi yang sangat penting bagi kami dalam menyusun strategi perbaikan akademik ke depan. Keterlibatan langsung dosen, mahasiswa, hingga alumni memberi perspektif yang menyeluruh terhadap tantangan yang dihadapi program studi," ungkap Yossie.

Ia juga menambahkan bahwa hasil dari workshop ini akan ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi akademik serta menjadi bahan revisi kurikulum dalam rangka menuju akreditasi unggul.(E.Ryan)