Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Riau (FP UNRI) mengadakan kuliah umum dengan tema “Pengembangan Kualitas Produk Agroindustri: Produk Segar (Bahan Baku) dan Produk Olahan Hortikultura dalam Industri 5.0”. Acara berlangsung pada Kamis (16/10) di Ruang Teater Kuantan, Gedung Integrated Classroom UNRI, menghadirkan narasumber Mohammad Affan Fajar Falah, S.Tp., M.Agr., Ph.D., Sekretaris Departemen Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM).





Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan pertemuan tatap muka dengan partisipasi daring melalui platform konferensi online. Peserta yang hadir terdiri dari dosen Jurusan Teknologi Pertanian FP UNRI, mahasiswa, serta para alumni. Selain itu, acara juga dihadiri oleh Koordinator Program Studi di lingkungan FP UNRI
Ketua Jurusan Teknologi Pertanian FP UNRI, Dr. Vonny Setiaries Johan, S.Tp., M.T., yang menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas produk agroindustri sebagai bagian dari inovasi dan daya saing di era Industri 5.0.
“Era Industri 5.0 menuntut kita tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga bagaimana memadukan nilai kemanusiaan dalam setiap proses pengembangan produk. Dengan memperbaiki kualitas produk segar dan olahan hortikultura, kita dapat mendorong pertumbuhan agroindustri yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar Dr. Vonny.
Dalam pemaparannya, Dr. Affan menguraikan konsep Industri 5.0 yang mengintegrasikan teknologi canggih dengan sentuhan manusia untuk menciptakan inovasi produk agroindustri yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan bahan baku segar serta teknologi pengolahan produk hortikultura yang adaptif terhadap kebutuhan pasar modern.
“Pengembangan produk agroindustri saat ini harus mengutamakan kualitas bahan baku segar, yang merupakan fondasi utama. Selanjutnya, teknologi pengolahan harus inovatif dan ramah lingkungan, serta mengakomodasi preferensi konsumen yang semakin cerdas dan sadar akan keberlanjutan,” jelas Dr. Affan.
Dr. Affan juga membahas penerapan teknologi digital dan otomatisasi dalam pengolahan produk hortikultura untuk meningkatkan efisiensi, mutu, dan keamanan pangan, sesuai dengan paradigma Industri 5.0 yang berorientasi pada kolaborasi manusia dan mesin.(E.Ryan)